Enggaklah, kalo kalian belom tau ceritanya, yaudah baca aja. Dan sebenernya cerita-cerita yang selama ini kalian tahu ada versi lainnya, karena versi barunya adalah yang akan ditulis di postingan ini..
"HAH??? EMANG ADA CERITA LAINNYA, YA?!!!" Ooww... rupanya engkau terkejut sampe megap-megap, terbang ke Arab, ditabok unta, pergi ke Hutan Amazon, lalu menangis tersedu-sedu karena diketekin sapi (ah boong.. masa pengen diketekin sapi aja sampe ke Amazon? #ngaco) NB: BAGIAN TADI ITU LEBAY!
Oke, deh, Pada suatu detik, eh.. Pada suatu hari, hiduplah seorang anak dari sepasang sepatu dan sandal, maksudnya ayah dan ibu, namanya CinderDira. Suatu hari, neneknya CinderDira ketabrak gerobak bakso, akhirnya ibunya pun meninggal (??Kok Bisa?? Nggak Nyambung). Akhirnya kini CinderDira tinggal bersama ayahnya, sedangkan neneknya sekarang jualan bakso keliling... Karena itu, ayahnya menikah lagi dengan seorang nenek-nenek beranak 2.
Soo... hidup CinderDira sekarang yang mulanya menjadi tuan rumah, sekarang menjadi tuan tanah, atau mungkin menjadi pembantu di rumahnya sendiri. Bukan membantu mengerjakan PR neneknya, tapi yang mengurus rumah. Nenek tirinya, atau lebih enak dipanggil ibu tirinya dan kedua anaknya lah yang menjadi majikan.
Di saat CinderDira sedang menghitung jumlah upilnya, Prita, kakak tirinya memanggilnya dengan keras-keras, "SIN... SIN.... SINI DOOOONGGG..."
CinderDira yang menemukan jumlah upilnya lebih dari padi yang ia giling, dengan secepat kilat ngesot ke tempat si Prita dengan gondoknya.
"Bikinin bakso nggak pake bakso, nggak pake piring, sama Es Jeruk nggak pake Es sama nggak pake jeruk.!! Cepat atau tidak gajimu dipotong!!" Perintah Prita lagi.
'ckckck.. ini apa-apaan, sih.. bakso nggak pake bakso sama piring, Es Jeruk nggak pake Es sama jeruk? 'Ndeso... aku aja orang desa tapi nggak sebodoh itu.. lagian gaji aja nggak dibayar-bayar' CinderDira ngedumel sambil menyiapkan pesanan kakak tirinya.
Dan kakak tirinya yang satu lagi, Tukiyem, memberinya nilai plus plus, alias memberikannya Sekeranjang penuh baju kotor yang kemarin habis dipakainya untuk ekspedisi mencari tikus.
CinderDira mencuci bajunya sambil marah-marah, "RESE BANGET, SIH!!!!!!!!!!! MASA GILIRAN AKU YANG NYURUH-NYURUH INI ITU GAK BOLEH!! GILIRAN MEREKA BOLEH, PADAHAL KAN AKU YANG PUNYA RUMAH!!"
Tapi, tiba-tiba CinderDira merasa malu, karena ia mendapati surat cinta di belakangnya. Tampaknya ada yang mengirimkan surat cinta untuknya. CinderDira segera membuka isi surat itu,
Untuk keluarga Bapak Dodo, diharapkan para putri-putrinya untuk datang ke pesta makan kerupuk nanti malam, diharapkan memakai baju bayi seperti yang tertampil di sini, serta merta dengan sepatu sandal jepit agar lebih leluasa bermain lumpur, dan sesungguhnya ini adalah pesta 17 Agustus-an. Walaupun sekarang tanggal 20 JanuariTTD: Mr. Syamsudin
| Ini Baju yang harus dipake pas pesta 17 Agustus-an |
"APA ITU CINDERDIRA!!" Teriak Prita dan Tukiyem bersamaan, mendengar seruan CinderDira.
"I... ini bukan apa-apa, kok.. ini cuma bon utangnya Non Prita dan Non Tukiyem, kan kata Non sendiri, kalo ada bon, jangan diladenin, dibuang aja, baru dibayar kalo rumah ini mau disita. I.. iya, kan?" CinderDira mencari alasan.
"Iya, yang kamu katakan memang benar, tapi sini, kemarikan bon itu, sepertinya dari kemarin kami tidak berhutang, kok.. kemarin kami nyolong..(jangan ditiru)" kata Tukiyem.
"Ah... Tidak!!" CinderDira segera berlari sekencang-kencangnya agar surat itu tidak dibaca oleh kedua kakak tirinya.
CinderDira berlari ke sebuah gubug mungil di mana dia dapat bersembunyi dengan aman. "Yess..... si Duo kucing garong itu tidak akan bisa menangkapku!!" CinderDira melonjak-lonjak di gubug itu.
Tapi, tiba-tiba, ada sesosok makhluk halus di depannya, "OH NO!!! ADA SETAN!!!" teriak CinderDira, ia pun muntah-muntah di tempat. tapi mungkin matanya rabun, ternyata sosok di depannya itu adalah seorang cowok ganteng bin kece bin keren bin Gahoolll alias GAUL
"HAH?!! ada apa dengan wajahku, wahai wanita cantik? apakah sejelek itu sampai kau muntah-muntah?" tanya cowok ganteng itu ragu, karena selama ini ia merasa ia selalu memakai hair spray dan minyak wangi.
"Uh.. uhm.. Maaf, cowok ganteng, aku cuma kaget." kata CinderDira sok gak peduli sama kegantengannya, padahal dalem hati dia udah langsung jatuh cinta pada pandangan ke dua, karena pandangan pertamanya dia ngeliat cowok itu sebagai Setan.
Sesungguhnya, si cowok itu juga terpesona dengan kecantikan CinderDira yang pernah dilihatnya di kebun binatang.
"....." "...."
Keduanya terus berdiam diri karena malu-malu, padahal dalam hati masing-masing mereka saling mengagumi. Begimane nggak, si cowok udah mukanya rata, eh mukanya kinclong, otot-ototnya melempem, dan senyumnya semanis gula batak, ya.. mungkin gula jawa. Sedangkan si CinderDira sudah rambutnya berkilauan, senyumnya yang semanis gula batak, dan wajahnya yang lebih kinclong dari si cowok.
Tanpa sadar, CinderDira memegang tangan si cowok, keduanya pun malu-malu, akhirnya mereka pun berdansa di gubug itu, walau CinderDira sering kepentok-pentok gara-gara gubug-nya kecil banget.
"Wahai Cowok ganteng, kenapa sih bisa sampe sini?" Tanya CinderDira.
"SAPE LO?!! NANYA-NANYA GUE, HAH?!!" si cowok ganteng menutup mulutnya, lalu berkata lagi, "Umh.. maaf, sebenarnya saya datang ke sini karena saya dikejar-kejar penagih utang..."
"Oh,, aku juga. Dan aku mengaku, sebenarnya aku mencintaimu, cowok ganteng.." CinderDira mengaku sambil malu-malu.
"AYO NIKAH!! PANGGIL PENGHULU!!" seru cowok ganteng keras-keras dan semangat.
Merekapun menikah, dan ternyata nama cowok itu adalah Boni. Mereka menikah dan bahagia untuk.... selama... 2 tahun.
Ternyata CinderDira telah menemukan cowok yang lebih kinclong, namanya Jo, blasteran Indonesia sama Amrik. Pastinya ganteng, laahhhh... mirip sama Justin Bieber.
"Beib... kamu udah nggak cinta lagi, ya, sama aku?" tanya Boni cemas.
"Hm... iya. lagipula kau tidak bisa menyenangkanku, masa mas kawin cuma mainan masak-masakan?" jawab CinderDira santai.
"BAIKLAH, BEIB!! KALAU KAMU GAK CINTA LAGI SAMA AKU, KITA HARUS AKHIRI HUBUNGAN INI!!" seru Boni histeris.
"Apa, sih.. panggil-panggil Beib, pergi sono, nyang jaoh////// pintu rumah tertutup untukmu, jendela, lubang intip, bahkan lubang tikus sekalipun takkan kubukakan untukmu!!" seru CinderDira.
"Baiklah, beib, eh Cin.. aku akan meninggalkan tempat ini, memang seharusnya aku mengikuti kata pepatah, Jangan nilai buku dari harganya.. TAPI AKU MASIH MENCINTAIMU, CIN!!"
Nah, jadi begitulah.. , CinderDira pun menikah dengan Jo.... dan bahagia untuk.... (mungkin selamanya?) udah ah... capek deh.. nyeritain, babay! sampe jumpa di postingan berikutnya! ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar